Rabu, 17 Agustus 2022

Indonesia Butuh Relawan Kemanusiaan

 







Setiap kali kita melihat tayangan televisi atau mendengar berita mengenai kejadian bencana alam. Merasakan betapa sulitnya yang dirasakan oleh orang lain dan membayangkan bagaimana jika kita di posisi mereka. Menolong orang lain adalah sebuah kebajikan yang diperintahkan oleh agama kepada umat manusia.

Khairunnisa seorang mahasiswi di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di kota Medan, membagikan ceritanya mengenai bencana banjir yang terjadi di Muara Kelantan, Riau. Pada bulan Mei 2022 kemarin. Ia mengatakan bahwa banjir yang terjadi di sana diakibatkan meluapnya air sungai. Banjir yang tidak kunjung surut mengakibatkan rumah warga terendam, aktivitas terhambat, akses jalan yang tertutup, dan bahkan mengakibatkan adanya korban yang meninggal. Ia juga menuturkan bahwa dia dan teman-temannya bergerak hati ingin membantu dan bisa meringankan beban warga yang terdampak. Mereka memberikan bantuan berupa pakaian dan makanan pokok. 

Saya salut dengan mereka, jika tidak hanya memberikan bantuan berupa benda, juga mereka memberikan bantuan berupa tenaga dan waktu. Karena membantu orang yang terdampak bencana alam bisa saja mengalami risiko. Karena rasa kemanusiaan, tanpa pamrih dan tidak harus pujian. 

Di tengah kesibukan sebagai seorang mahasiswi, dia menyempatkan untuk membantu warga yang terkena musibah. Tidak hanya di dalam kota namun juga di luar kota bahkan provinsi. 

Kisah yang diceritakannya membuat saya kagum. Mereka sudah beberapa kali menjadi relawan kemanusiaan. Ia berharap, semoga bantuan yang mereka berikan dapat bermanfaat dan meringankan beban warga yang terdampak. 

"Senang sekali melihat senyum dan semangat mereka." Tutur Khairunnisa, saat ditanya apa yang dirasakannya.

Ada saatnya kita harus keluar dari zona nyaman, menggerakkan hati untuk senantiasa membantu orang lain meringankan penderitaan mereka. Bukankah Allah akan menolong hamba-Nya yang mau menolong orang lain.

Menjadikan saya ingin terjun langsung ke lokasi kejadian, untuk membantu korban yang terkena bencana alam. Saat masih kuliah yang pernah saya lakukan yaitu terjun langsung ke jalan menggalang dana untuk korban bencana alam, bersama teman-teman organisasi. Namun untuk terjun ke lokasi kejadian itu yang belum pernah saya rasakan. Ingat pengalaman tersebut sangat berkesan walau bagi saya kontribusi tersebut adalah hal yang paling kecil. 

Meskipun begitu bantuan yang kita berikan bukan hanya sebuah tenaga dan materi. Karena jika kita belum bisa membantu dengan harta dan tenaga, maka bantulah dengan mendoakan korban yang terkena bencana alam tersebut. 
Karena sekecil apapun bantuan yang kita berikan kepada orang lain akan ada hikmah dan manfaatnya.

#RelawanKebaikan
#RelawanKemanusiaan
#BerbaktiUntukNegeri